Sunday, March 21, 2021

NOMOR PENDAFTARAN PUPUK MAGNESIUM CAP DAUN MENGKUDU

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN

NOMOR 373.OL/Kpts/SR.320/B/09/2020
TANGGAL 25 SEPTEMBER 2020

TENTANG

NOMOR PENDAFTARAN PUPUK AN-ORGANIK
DENGAN NAMA DAGANG CAP DAUN MENGKUDU

NOMOR PENDAFTARAN 01.01.2020.202


CARA PEMUPUKAN KELAPA SAWIT


Sebelum melakukan pemupukan yang paling penting diperhatikan adalah membersihkan dahulu piringan sawit, piringan sawit adalah bulatan disekeliling pohon sawit ini dilakukan agar hama tidak mengganggu proses pemupukan dan jangan lupa bersihkan keliling sawit dari rumput.

Metode pemupukan sawit

1.       Untuk di tanah yang datar pupuk ditabur merata 0,5 m dari pohon kelapa sawit sampai pinggiran melingkar lakukancara ini secara merata.
2.       Jangan menyebarkan pupuk yang bukan pada tempatnya, karena akan mempengaruhi hasil dari pemupukan kelapa sawit yang dilakukan.
3.       Sebarkan pupuk tepat kepada tanaman kelapa sawit yang mempunyai akar-akar rambut paling banyak. Letaknya kira-kira dekat mahkota daun bagian yang terluar dari kelapa sawit.
4.       Gunakanlah selalu alat takaran pemupukan kelapa sawit supaya dosis pemupukan bisa tepat dalam penggunaannya. Untuk pengguna pupuk cair Biotrent sawit atau pupuk cair lainya takarannya adalah tutup botolnya lalu anda bisa lansung menyebarkanya di sekililing tanaman sawit atau dituang menggunakan ember. Pupuk memang baik untuk merangsang produktifitas buah kelapa sawit, tetapi jika berlebihan juga akan berakibat buruk.
5.       Waktu adalah faktor yang sangat menentukan efektifitas pemupukan tanaman kelapa sawit.  Pastikan Anda memupuk tepat waktu dan tepat musim sehingga tidak mengganggu pertumbuhan kelapa sawit Anda.

Dosis Pemupukan

Disesuaikan dengan kondisi tanah dan umur tanaman

Tempat penyebaran pupuk sawit

Tempat menyebaran pupuk atau lokasi yang dipilih sebagai tempat untuk melakukan pemupukan kelapa sawit adalah sebagai berikut:
1.       Bokoran
2.       Ujung bokoran
3.       Ujung pelepah

Cara praktis memupuk sawit

1.       Disebar dari atau langsung ditabur di atas tanah.
2.   Taburkan di rorak-rorak atau di pinggir guludan. Rorak atau guludan adalah gundukan dan saluran air.
3.       Pemupukan dengan metode dibenam.
4.       Dimasukkan dalam tanah dalam bentuk cairan.
5.       Dimasukkan ke dalam batang. (Stem injection).
6.       Memupuk melalui daun (Nutritional spray).

Pupuk Magnesium Pusaka Alam

Kembali kami tawarkan penawaran menarik dengan harga khusus untuk pemesanan dan pembelian Pupuk Magnesium CV Pusaka Alam.

Segera hubungi kami CV Pusaka Alam, jangan lewatkan kesempatan emas......

Saturday, March 23, 2019

Magnesit dan Kegunaannya

Magnesium merupakan logam yang teringan, dengan berat jenisnya 1,74, cukup kuat dan dalam bentuk alloy, tahan terhadap korosi di udara tetapi tidak tahan terhadap air laut, serta mudah terbakar. Jumlah mineral yang mengandung magnesium tercatat sebanyak 244 buah. Magnesit dapat ditemukan dalam mineral sekunder dan biasanya berasosiasi dengan batuan sedimen atau batuan metamorfik, berasal dari endapan marin, kecuali brukit. Magnesit ditemukan didalam batuan serpentin. Mineral-mineral lain yang sering ditemukan bersama magnesium adalah talk, limonit, opal, dan kalsit. Magnesit umumnya jarang ditemukan dalam bentuk mineral, tetapi secara utuh terdapat pada larutan padat siderit (FeCO3) bersama-sama Mn dan Ca yang dapat menggantikan unsur Mg. Magenesit sering digunakan untuk bahan refraktori, industri semen sorel, bahan isolasi, pertanian, peternakan, industri karet, dll. Mineral magnesit keterdapatannya berasosiasi dengan batuan ubahan, sehingga cadangan magnesit akan mengikuti pola cadangan bahan ubahan tersebut. Batuan atau mineral yang mengandung mangnesit adalah dolomit (Ca Mg(CO3)2, magnesit zedin (Mg CO3), epsonil (Mg So4) 7 H2O, dan brukit (Mg (OH) 2. Batuan dan mineral tersebut dapat ditemukan di DI. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah , Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Irian Jaya.

Penyakit Busuk Pucuk Kelapa Sawit

Serangan penyakit pucuk busuk (bud rot) haruslah diwaspadai pelaku sawit karena menyerang tanaman muda. Membuat pertumbuhan tanaman tidak sempurna.

Perusahaan perkebunan yang mengelola perkebunan sawit di Amerika Tengah dan Amerika Selatan dibuat cemas oleh serangan penyakit pucuk busuk , dikenal juga pucuk umbut atau bud rot. Pada 2012, penyakit ini muncul di daerah Amerika Selatan yang menyerang hampir 50 ribu hektare. Jauh sebelum itu, penyakit yang menyerang pucuk atau tunas bakal daun ini telah menyerang negara-negara di Amerika Tengah dan Amerika Selatan seperti Ekuador, Suriname, dan Kolombia pada awal 1990. Dalam buku Bertanam Kelapa karangan Djoehana Setyamidjaja, menyebutkan penyakit pucuk busuk juga menyerang tanaman kelapa sebagai akibat serangan jamur Phytophthora palmivora, Erwinia sp., Bacillus sp.,gangguan fisiologis dan diduga akibat sambaran petir. Gejala serangan dapat terlihat dari pembusukan di bagian pucuk atau tunas bakal daun yang masih muda sebelum tumbuh ke luar. Setelah itu, pembusukan ini menjalar ke bagian lain yang sekitarnya. Dampaknya, pelepah akan mati dan layu. Di daun yang belum tua akan berakibat pangkalnya terserang dan membusuk lalu menjadi menguning. Dalam tulisan Agung Winardi disebutkan pola penularan penyakit ini masih belum diketahui secara pasti, pada umumnya media penyebaran berasal dari spora jamur yang dibawa angin dan serangga khususnya kumbang. Sifat penyakit ini menyerang secara sporadis. Tanaman kelapa sawit yang berada di lahan basah mestilah waspada karena serangan lebih intens di daerah tersebut. Ada beberapa gejala penyakit bud rot antara lain janur berwarna pucat, condong dan akhirnya patah. Lalu sedikit demi sedikit daun bawah berwarna kuning suram, tidak mengkila dan menjadi coklat. Serangan paling mengkhawatirkan berada di titik tumbuh disini apabila batang dilubangi akan keluar cairan berwarna kuning yang berbau busuk. Jika hal ini terjadi, dampak yang dirasakan tanaman sawit adalah batang tanaman menjadi kerdil, kurang berisi dan tumbuh tidak normal Untuk pengendalian penyakit ini bisa dilakukan sejumlah opsi sebagaimana yang terdapat dalam beberapa referensi. Antara lain tanaman yang yang sudah terserang penyakit ini sebelum titik tumbuhnya busuk dapat dipotong seluruh jaringan yang sakit. Posisi jaringan ini berada agak di bawah bagian yang terinfeksi. Setelah itu dapat dioleskan fungisida sistemik binomil dengan dosis 5 gram per pohon. Cairan fungisida diberikan pada bagian yang telah dipotong untuk melindungi dari serangan mikroorganisme. Supaya hasil fungisida lebih optimal dapat ditambah dengan perekat perata AERO810, dosisnya 5 ml. Apabila gejala serangan sudah dirasakan cukup berat maka pohon harus segera dibongkar. Guna mencegah penyakit ini, pelaku sawit disarankan rajin menjaga kebersihan tanaman sehingga media pembawanya tidak menempel. Selain itu, kegiatan pengawasan secara berkala dan teliti merupakan tindakan yang baik sebelum tanaman benar-benar terserang penyakit ini. (Qayuum Amri)

sumber : www.sawitindonesia.com

Thursday, February 14, 2019

Pengendalian Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit


Gulma tumbuh hampir dimana saja dan keberadaannya sangat tidak diinginkan di perkebunan. Gulma akan bersaing berebut unsur hara dan pupuk, menyumbat saluran drainase yang dapat menyebabkan areal terendam air, menyulitkan evakuasi hasil panen dan pada akhirnya menurunkan produktifitas kebun. 
Pengendalian Gulma adalah teknik pengelolaan yang tepat, ramah lingkungan dan ekonomis guna menyediakan tempat tumbuh pohon Kelapa Sawit yang terbebas dari persaingan unsur hara dengan tetap  menjaga tumbuhan inang bagi hama penyakit tanaman 
TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)
1.  Pemeliharaan Piringan
Piringan di kebun sawit harus dijaga agar selalu bersih dari Gulma atau rambatan LCC. Rambatan ini harus ditarik lepas dan keluar dari area piringan  untuk kemudian di semprot dengan Herbisida yang tepat., seperti Basta dan Paracol. Glyphosate dapat juga digunakan dengan extra hati-hati agar tidak membunuh sawit. Pemeliharaan dengan bahan kimia dilakukan dengan penyemprotan halus di sekeliling pohon sawit dengan radius 1,8 m dari pohon. Jumlah ulangan yang diperlukan sangat tergantung kondisi setempat, namun umumnya 8 kali sudah cukup.
2.Pemeliharaan Gawangan (Inter-row) 
Pengendalian Gulma secara teratur harus dilakukan pada 24 bulan pertama untuk memastikan bahwa LCC tumbuh dengan subur. Lihat pada Posting tentang Penanaman dan Pemeliharaan LCC. Tumbuhnya Gulma ringan seperti Ottochloa nodosa, Paspalum conyugatum, Axonopus compresus,  Cynodon dactylon, Digitaria fuscense dll dapat di toleransi. Sedangkan anak kayu dan gulma lain harus dibasmi. Gulma yang benar-benar harus di basmi adalah Mikania micrantha. Pembasmian dilakukan dengan penyemprotan Flouroxpyr (Starane). MUTLAK HARUS DIPERHATIKAN AGAR BUTIRAN SEMPROT TIDAK TERKENA LANGSUNG PADA TANAMAN MUDA. 2.4 D. amine tidak boleh digunakan pada tanaman muda sampai umur 48 bulan.
3.Tanaman Inang
Tanaman Inang atau Host Plants, yang menjadi tempat populasi hama predator pemakan daun ( seperti Mahasena corbetti, Setora nitens, dll )  jangan di ganggu
TANAMAN MENGHASILKAN (TM)
1.   Pemeliharaan Piringan
Pemeliharaan Piringan dengan tertib adalah dimaksudkan untuk memudahkan mengumpulkan Brondolan yang jatuh. Pada umumnya, cuci piringan adalah dengan radius 2,5 m dari pusat tumbuh pohon sawit hingga ujung pelepah terluar. Penggunaan bahan kimia dengan herbisida yang tepat adalah menjadi pilihan utama. Penggarukan piringan pada area TM tua ( > 15 tahun) harus dilakukan satu kali setahun.
2.Pemeliharaan Gawangan (Inter row)
Pengendalian Gulma secara selektif perlu dilakukan sama seperti pada areal TBM.   Tanaman Inang atau Host Plants, yang menjadi tempat populasi hama predator pemakan daun ( seperti Mahasena corbetti, Setora nitens, dll  termasuk Euphorbia heterophylla , Emilia sonchifolia dan Ageratum spp.)  jangan di ganggu bahkan harus di pelihara. 
3.Pemeliharaan Pasar Pikul
Pasar Pikul dengan lebar kurang lebih 2 m harus selalu bersih terpelihara untuk memudahkan akses keluar masuk hasil panen TBS. Sangat baik dan ekonomis bila digunakan herbisida yang tepat atau herbisida cocktail. Di areal datar, penggunaan Roto Slashing mungkin akan lebih praktis.
4.Pemeliharaan Pelepah
Tumbuhnya Gulma  yang merambat pada pelepah harus di cabut pada saat melakukan pengendalian gulma secara selektif. Tidak dibenarkan melakukan penyemprotan pada pelepah, hal ini untuk mencegah terjadinya peledakan hama serangga.

Saturday, December 1, 2018

GOOGLE BISNISKU

Dear Customers,

CV. Pusaka Alam sebagai produsen pupuk Magnesium (MgO) sekarang sudah hadir di Google Bisnisku, tolong bantu kami untuk saran dan pendapat agar supaya kami dapat meningkatkan dan memberikan pelayanan lebih serta maksimal kepada semua pelanggan kami yang terhormat (baik itu pedagang retail maupun pedagang besar).

Semua pelanggan bagian dari rekan kerja kami.

Salam,
CV. Pusaka Alam

PRODUK UNGGULAN

PUPUK MAGNESIUM PUSAKA ALAM

Apa yang anda harapkan dalam mengelola pertanian atau perkebunan selain mengharapkan hasil yang baik, melimpah dan berkualitas. Dalam harap...